Kompleks Gedung yang ada sekarang merupakan gabungan dari arsitektur tradisional Aceh dan Modern, dengan beberapa gedung yang dibangun kembali setelah gempa dan tsunami 2004.
Awalnya masjid yang asli dibangun pada tahun 1612 di masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Ada juga yang mengatakan, bahwa masjid yang asli dibangun lebih awal pada tahun 1292 oleh Sultan Alaidin Mahmudsyah. Pada saat itu status masjid ini sebagai masjid kerajaan yang menampilkan atap jerami berlapis-lapis yang merupakan fitur khas arsitektur Aceh.[2]
Kata “Istiqlal” berasal dari bahasa Arab yang berarti “Kemerdekaan”. Nama ini dipilih sebagai simbol rasa syukur bangsa Indonesia atas kemerdekaan dari penjajahan, serta menjadi lambang persatuan dan kebebasan beragama bagi seluruh rakyat Indonesia.
Rumah Ibadah
Rumah Ibadah
Rumah Ibadah
Rumah Ibadah
Rumah Ibadah
Rumah Ibadah